62

1561 Kata

“Ssssttt, ayo Dap,” panggil Juni. “Emang gak ada pembantu lo yang bisa di mintain tolong ambilin baju ya?” bisik Daffa menyelinap masuk ke dalam rumah Juni. Juni mengambil kunci rumah yang sengaja di buat kan Herman untuk diri nya dulu, lalu membuka pintu perlahan – lahan. “Ssstt Dap, lo jangan berisik deh,” “Serius Jun, gue bingung kalau ada pembantu kan gak perlu nyelinap gini, lebih aman juga,” bisik Daffa lagi. “Yura udah mecat semua pembantu di rumah ini, cuma gue yang ngurus rumah ini semenjak bokap meninggal,” “Apa? rumah sebesar ini lo sendiri yang beresin?!” ujar Daffa dengan suara yang sedikit keras. “Daffa! Lo kalo gak bisa diam, mending tunggu di luar aja deh,” “Gak, gue mau disini, jagain lo,” ujar Daffa berkeras. “Ya udah maka nya diam, gue gak tau nyokap ada di ruma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN