64

1405 Kata

“Jadi gimana dong Juni?!” sahut Daffa frustasi. Kenapa selama di dekat Juni dia tidak pernah bisa menjadi pihak yang benar. Sekarang, padahal ponsel Juni yang tertinggal di dalam rumah, tapi malah Daffa yang salah, tubuh nya juga menjadi samsak tinju pribadi milik Juni. “Gue gak mungkin nunjukin muka gue di rumah, Yura dan nyokap pasti gak akan ngasih gue keluar dari rumah, sebelum masuk ke rumah sakit, gue sempat denger kalau nyokap lagi ngerencanain sesuatu supaya gue gak bisa ketemu sama lo,” “Jadi maksud lo?” tanya Daffa bingung. “Ya, lo aja lah yang pergi masuk ke rumah, terus nyelinap ke kamar gue, buat ambil handphone gue,” “Udah gila lo?” ucap Daffa tidak terima, mana mau dia kembali ke rumah itu dan bertemu dengan Yura, amit – amit. Bisa – bisa nanti Daffa di grayangi oleh per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN