“Mas,” panggil Navyla. Saat ini mereka berjalan memasuki sebuah lantai dengan hanya satu ruangan khusus di dalam nya. Kevin tidak menjawab pertanyaan Navyla, laki – laki itu sibuk sekali membalas pesan di ponsel nya. “Mas,” panggil Navyla lagi. “Iya – iya, mas akan mencerita kan soal Gea setelah kita masuk ke dalam ruangan, lebih enak mencerita kan nya hanya berdua tanpa ada kehadiran orang lain kan?” tanya Kevin tidak mengalih kan pandangan mata nya dari teknologi canggih berbentuk persegi panjang tersebut. Kevin membuka kan pintu ruangan nya lalu membiar kan Navyla masuk, terdapat sebuah jendela yang sangat besar di ujung ruangan, pemandangan yang di dapat dari sana begitu indah, sementara warna biru tua yang hampir sama dengan suasana kamar Kevin di rumah terlihat memberi kan kesan

