Ketika fajar mulai menyingsing, Navyla sudah membuka mata, lalu beranjak turun dari tempat tidur. Seperti biasa perempuan itu menatap pantulan diri nya di depan cermin terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan nya, entah kenapa Navyla merasa kalau wajah nya sangat enak untuk di lihat ketika baru bangun di pagi hari. “Permisi non,” panggil seseorag sambil mengetuk pintu kamar Navyla. Sambil mengikat rambut yang sebelum nya terurai Navyla pergi membuka kan pintu, di sana sudah berdiri Heni, kepala pelayan di rumah Kevin dengan segelas s**u putih dan sepiring roti lapis tuna yang sengaja ia buat kan untuk Navyla. “Bi? Ada apa pagi – pagi sekali datang ke mari?” “Um . . . ini non, saya buat kan sarapan untuk non sebagai permintaan maaf saya karena tidak bisa mendidik pembantu – pembantu yan

