71

1135 Kata

Jantungku berpesta dengan cepat ketika sampai di rumah bersama empat warga yang membantuku turun dalam mobil, sementara di belakang sana motor Kak Bumi pun menyusul. "Wah, besar yah rumahnya, Dek." "Iyah, Pak, he he." Setelah itu, aku menuju bel rumah dan menekannya berulangkali kemudian masuk dengan jalan yang sedikit tertatih. Sial, papah sedang menonton dan ini tidak baik. "Pah," panggilku dengan nada yang pasrah, papa pun melihatku dan mengerutkan kening saat memerhatikan lenganku yang diperban. "Kamu kenapa?" "Kecelakaan, Pah." Papa menghampiriku dan melihat badanku yang lainnya. "Astaga, kenapa bisa kecelakaan, kamu ditabrak?" "Enggak, Pah. Tadi, kucing tiba-tiba nyeberang gitu aja, jadi ... aku ngerem mendadak," jawabku. "Haish, untung kamu selamat, Nak. Motor Bumi?" "Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN