61

1019 Kata

Semuanya meneguk ludah dan ekspresi mereka itu loh ... lucu sekali, sampai-sampai, aku nggak sadar tertawa dan membuat keadaan menghening seketika, aku hanya berucap 'ups' sementara Kak Vant mengusap lembut rambutku dan mengatakan, "Cantik banget sih kalau ketawa?" Tiba-tiba, mimik mukanya berubah menjadi kesal, "sayang sekali, mereka liatin kamu terus karena indah," lanjutnya membuatku baper. Dan jujur, setiap ucapan Kak Vant selalunya spontan dan bukan gombalan, jujur loh ini, bukan ngadi-ngadi, ih! "Loh, kok mukanya merah? Padahal gak panas," tanya Kak Vant, dan aku tidak mengerti, ada apa dengan wajahku yang memerah, benarkah? Aku melirik teman-temannya, kemudian bertanya, "Kak, mukaku emang memerah yah?" Sontak, semuanya tertawa, kecuali Vant yang memandang mereka aneh dan tidak suk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN