Sampai di Jakarta aku segera pulang ke rumah Ayah Dhika rasanya sudah tak sabar ingin memberitahu mereka semua jika aku bertemu Zia istriku, bukan bertemu tapi lebih tepatnya aku yang melihatnya. Turun dari mobil dengan ransel besar dan seragam loreng kebanggaanku, aku berjalan dengan gagahnya untuk memasuki rumah, tumben sekali pintu depan terbuka dan diluar juga banyak mobil, apa sedang ada acara?. "Assalamualaikum." Aku mengucap salam seperti biasa. "Waalaikumsalam." Jawab serentak, ternyata rumah sedang ramai ada Ayah, Mommy, Vina, Vino, Opa Oma dari Ayah dan Daddy, Om Firza, Om Fahri, Appa Reno dan Amma Abella, Appa Dimas dan Amma Nadia, semua berkumpul membuatku terkejut. "Akhirnya yang di tunggu datang juga, sini cucu Opa." Kata Opa Ardan, aku mendekat sambil meletakan tas ranse

