Suara pintu yang ditutup cukup keras semakin menguatkan Mac mendekap erat Nyonya Hana. Tubuh wanita itu menggigil ketakutan dalam pelukan Mac. Sepertinya ia nampak syok dengan kejadian yang baru saja terjadi. Kedua lelaki bertubuh besar mengamuk di rumahnya. Bersama Profesor Danil. "Ibu, ibu tidak apa-apa, kan?" Mac menarik sedikit tubuhnya menjauh dari pelukannya pada Nyonya Hana. Tatapannya Mac penuh kekhawatiran. "Ibu baik-baik saja, Mac!" lirih Nyonya Hana mengatur nafasnya yang berangsur normal. Kecemasan masih saja menghiasi wajahnya. Huf! Mac menghela nafas lega. Ia sangat khawatir sekali jika sesuatu yang buruk terjadi pada Nyonya Hana. "Syukurlah!" ucap Mac membantu Nyonya Hana bangkit duduk di atas bangku sofa, karena sebelumnya Nyonya Hana bersimpuh di atas lantai. Mac melet

