Angin bertiup menyapu pori-pori kulit Clarisa. Gadis itu hanya mematung menatap pada tenda-tenda yang telah kosong. Tidak ada siapapun yang masih tinggal di dalam tenda-tenda itu. Karena sebagian dari mereka telah meninggal oleh kejamnya virus dom dan sebagian dari mereka memilih kembali ke rumah mereka masing-masing. "Aku benar-benar tidak menyangka jika pada akhirnya semuanya akan menjadi seperti ini. Ini seperti sebuah mimpi buruk!" ucap Clarisa memecah keheningan yang tercipta. Wajahnya nampak sangat sedih sekali. "Aku juga begitu, apakah mungkin memang portal ini tidak berfungsi dengan semestinya?" sela Ricard yang berdiri di samping Clarisa dengan tatapan penuh tanya. Sorot mata mereka tertuju pada arah yang sama, halaman luas di mana tenda-tenda yang telah kosong itu berada. Cla

