Mac membuang asal tas yang ia bawa ke atas sofa yang berada di ruang laboratorium Ricard. Sekilas lelaki yang sedang sibuk dengan penelitianya itu melirik pada Mac, kemudian mengalihkan tatapannya pada berapa tabung reaksi yang berisi cairan yang sedang ia teliti. "Kenapa Mac?" ucap lelaki berkacamata tanpa menoleh pada Mac yang menjatuhkan tubuhnya duduk pada bangku kerjanya Ricard dengan cukup kasar. Mac mendengus berat. Ricard dapat mendengar suara nafas lelaki yang menyadarkan tubuhnya pada bangku dan wajah kesalnya. "Hampir seratus orang terpapar Virus Dom, dan sepuluh dari mereka telah meninggal dunia, sialan!" hardik Mac kesal. Tangan kanannya mengepal, dengan tatapan mata tajam. "Bagaimana bisa seperti itu?" Ricard menyelesaikan pekerjaannya, meletakan tabung reaksi pada sebuah

