Salah satu pintu yang dimiliki kantor cabang Abizard Group langsung tertutup kala Renata masuk ke dalamnya. Di depan sana, ada seorang pria yang sedang duduk di sofa sambil menundukkan kepala. Entah hanya perasaannya saja atau memang seperti itu, Renata merasa suasana begitu tegang. Ia harap, alasan pria itu ingin bertemu bukan untuk membahas hutang yang sudah dibebaskannya. Rasyadan Abizard, pria bertubuh tinggi itu mengangkat wajahnya perlahan. Hanya beberapa langkah darinya, berdiri seorang wanita cantik yang terlihat gusar. Rasanya ia masih tak percaya dengan kebenaran ini meski sudah melihat buktinya. Rasyadan tak senang, tak seharusnya hal ini terjadi, tak seharusnya Renata berbuat curang dengan merawat Radela dalam kesusahan. Semalam, Rasyadan memerintahkan orang-orangnya untuk m

