Kesempatan***

1550 Kata

"Maaf." "Dan terima kasih sudah menjaga dia untuk saya." ujar Zahir tulus. Cih... "Saya memang menjaga dia, tapi bukan karena anda." Ia menepis uluran tangan Zahir, lantas bangkit sendiri dan berdiri menghimpitnya. "Doris tidak akan pernah menerima orang kasar seperti anda." desisnya menunjuk-nunjuk dadanya dengan kasar penuh tegas, "jangan pernah berpikir untuk memilikinya bahkan sehelai rambutnya itu pun tak akan pernah terjadi." Hanya dengan satu hentakan saja, kemungkinan telunjuk yang masih menusuk-nusuk dadanya itu akan patah atau lebih parahnya terputus. "Mas Nusa...!" seru Doris panik. Kali ini Zahir memilih diam, meski dalam hati ia kesal seolah membiarkan dirinya sendiri pasrah dirundung oleh Nusa. Perlu diingat tenaga Nusa sama sekali tak sebanding dengannya kalau merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN