Dok... Dokkk... Dokk... Baru saja dirinya hendak meletakan penutup kepala di atas meja, namun entah siapa gerangan yang terus saja menggedor pintunya begitu keras. Zahir sontak menatap ke arah Doris yang hampir saja terlelap, harus kembali terjaga akibat gedoran pintu tanpa henti itu. "Kamu tidur saja." Zahir menahan tubuhnya yang hendak beranjak dari ranjang. "Tapi itu, siapa?" "Biar aku yang bukain." ujar Zahir sambil mengusap lembut pipi wanita hamil itu. Zahir melepas kemeja lengan panjang serta celana panjangnya, menyisakan kaos berwarna putih tanpa lengan serta celana kolor pendek warna hitam melangkah menuju ke arah pintu depan. Ia membuka pintu kayu tersebut dengan segera, berharap manusia sialaan yang sedari tadi menggedor pintu begitu tak sabaran segera berhenti melakuka

