"Aaaaa." Brak! Suara motor yang menabrak pembatas jalan menggema membuat beberapa orang yang berada di sekitar berlari menghampiri. "Woi! Kalau mau mati, jangan di depanku!" bentak si pengendara motor. Dia mencak-mencak akibat terjatuh karena berusaha menghindari tabrakan. Tetapi nahas, motornya malah menghantam pembatas jalan mana rusak lagi di bagian depan. Safa sendiri tampak ketakutan di dalam dekapan seseorang. Beruntung Shaka bisa berlari cepat dan menyambar Safa tepat waktu. "Hei, udah belum pelukannya! Ini gimana sama motorku?!" bentak si pengendara. Shaka yang sudah bisa mengendalikan diri menatap Safa dan mengecek keadaan Safa. "Kamu gak papa?" Safa hanya diam, tubuhnya masih menggigil. Refleks Shaka berdiri menyamping dan memeluk bahu Safa. Shaka lalu menatap pengendara

