Ayo Perbaiki Semuanya

1636 Kata

Safa sedang duduk di ruang tengah sambil sesekali memijit pundak kirinya. Tiba-tiba ada tangan lain melakukan hal yang sama membuat Safa berjingkat karena kaget. Safa tiba-tiba menjadi kikuk. "G-gak u-sah, a-aku bisa sendiri." "Udah diem aja, kan kamu capek juga gara-gara aku." "Tapi ...." "Udah. Diem! Nurut aja." Shaka memijat pundak sampai bahu kiri Safa kemudian dilanjutkan ke bahu sebelah kanan. Safa hanya diam menikmati pijatan Shaka yang rasanya nyaman. Cukup lama Shaka memijat pundak Safa, membuat Safa merasa nyaman bahkan sedikit mengantuk. "Udah enakan?" "Eh. U-udah." "Beneran?" "Iya." Shaka duduk di samping Safa. Keduanya duduk di sofa panjang. Safa otomatis menggeser duduknya membuat Shaka melirik tajam kemudian terkekeh. "Gak usah takut. Maaf, kemarin ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN