Keesokan Harinya. Seperti biasa, pagi ini Galih bersiap berangkat ke Sekolah. Setelah memakai seragam dengan rapih, Galih taklupa menyampirkan tas punggung'nya serta memakai kaos kaki, lanjut ke meja makan untuk sarapan. Telah terhidang disana, pisang goreng serta teh hangat yang dibuatkan ibunya. Galihpun menikmati sarapannya dengan lahap, lalu taklama seperti biasa Ghani datang menjemputnya. Sebelum berangkat, Ayahnya Galih berpesan pada Galih. "Galih, jangan lupa nanti kita ke Kota buat beli sepeda motor kamu ya, Ayah jemput kamu nanti siang." "Iya Ayah, kalau gitu Galih berangkat Sekolah dulu ya." "Iya, hati-hati Nak." Galihpun segera menuju pintu depan, dimana temannya menunggu disana, taklupa Galih mencium tangan kedua orang tuanya dengan takjim. Setelah kepergian Galih, Ayah me

