Peringatan Meresahkan

1045 Kata

POV Asya Senja perlahan turun, mewarnai langit dengan semburat oranye dan merah muda. Aku dan Farhan berdiri berdampingan di tepi danau, menikmati pemandangan matahari yang mulai tenggelam di cakrawala. Angin sepoi-sepoi yang bertiup membawa kesejukan, sementara sinar matahari yang lembut memantulkan cahaya indah di permukaan air, menciptakan suasana yang begitu tenang dan damai. Sejak tadi Farhan terus menggenggam tanganku dengan erat, seolah ingin memastikan bahwa aku benar-benar ada di sampingnya. Rasanya seperti mimpi, tetapi inilah kenyataannya. Aku akhirnya memutuskan untuk kembali melabuhkan hatiku kepada Farhan. Selama ini, aku selalu ragu dan takut mengambil langkah ini. Masa lalu yang penuh dengan luka dan duka membuatku sulit untuk melangkah. Farhan berbeda. Dia tidak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN