* * Drrrttt drrrttt drrrttt. Bhumi yang sedang memantau neraca-neraca penjualan di hadapannya, menoleh ke arah ponsel di samping komputernya. Laura is calling… Lelaki itu sampai menatap Jimmy di depannya untuk memastikan sesuatu. “Kenapa nggak diangkat? Istri kamu lagi sakit.” Suara Bhumi sedikit ketus. Memang, suasana tidak menyenangkan di antara mereka belum sepenuhnya kembali pasca kehamilan Laura kemarin. Bhumi masih menyimpan kesal kepada anak dan menantunya meskipun Jimmy tidak bersalah. Sementara Jimmy masih merasa sungkan kepada Bhumi. Tapi lucunya, kalau bicara soal pekerjaan, mereka selalu nyambung, tanpa banyak drama. “Ekhem.” Jimmy berdehem dulu. “Itu handphone anda, Bos.” Bhumi menaikkan satu alisnya. Melirik sedikit ke samping ponselnya dimana ponsel Jimmy berada.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


