Indekos

2200 Kata

Aku dan Liu tiba di indekos tempat Paman tinggal. Liu menatapku dan menautkan alis, ia sepertinya membutuhkan jawaban mengapa aku membawanya kemari. Aku bukan tega pada Liu. Tapi aku tidak mau membuat Mas Ares semakin kesal karena Liu ku biarkan tinggal di rumah kami, itu bukan rumahku melainkan rumah Mas Ares, jadi aku tidak berhak memanggil siapa pun untuk tinggal di sini. Aku meraih lengan Liu dan kami masuk ke kamar kost yang sudah di tentukan oleh sang pemilik. Dan, disebelah kamar ini adalah kamar Paman, namun Paman tidak tahu kalau aku kemari, aku akan mampir nanti. “Tepat sekali, Bu Bina, kebetulan penghuni kamar ini sudah pergi dari kemarin sore.” “Benarkah? Syukurlah,” ucapku. “Nanti saya transfer uangnya, jadi bisa tinggalkan saya dengan teman saya,” kataku. Pemilik indekos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN