“Kamu tak apa-apa kan, Liu?” tanyaku menatap Liu yang saat ini duduk diam dan menggelengkan kepala. “Aku tak apa-apa,” jawab Liu. “Kamu tidak perlu khawatir.” “Kenapa kamu membiarkan mereka melakukan ini kepadamu? Seharusnya kamu lawan mereka,” kataku. “Bagaimana caranya? Mereka sangat banyak. Mereka bisa melakukan apa saja dan kejam,” jawab Liu lalu meraih dokumen didepannya dan memilah apa pun itu yang bisa ia kerjakan. “Aku tak makan siang hari ini ya.” “Kenapa?” “Tidak deh. Aku lagi malas saja.” “Kalau begitu … aku juga,” kataku. “Eh kamu tidak boleh tidak makan siang,” geleng Liu. “Pergi lah aku akan makan mie instan saja.” “Aku adalah kawan yang setia. Aku akan masak mie instan dan kita makan berdua di sini. Aku juga punya banyak pekerjaan yang harus ku stor hari ini juga, ja

