“Dokter mengatakan kamu tidak perlu kembali dan kamu di nyatakan sehat,” kata Antares dengan tatapan senduh pada istrinya. Tsabina mengangguk dan memeluk suaminya. “Berkatmu, aku bisa sembuh.” Antares mengelus punggung Tsabina, ia merasa ikut senang karena Tsabina bisa sembuh dari depresinya. Hal itu tidak mudah bagi Tsabina, dan cukup menyita waktu mereka untuk tetap berada di lingkar zona aman. “Aku bangga padamu,” kata Antares mengelus rambut istrinya. “Aku bangga karena kamu bisa menyembuhkan diri.” “Mas, kamu yang sudah menyembuhkanku, aku tidak akan bisa apa-apa tanpamu,” kata Tsabina. “Kita saling menguatkan, bukan?” Tsabina mengangguk dan kembali memeluk suaminya. Seolah beban di pundaknya sudah hilang, hal itu membuat Tsabina merasa lebih ringan dan lebih percaya diri. Tak

