Karma Itu Ada

1509 Kata

“Apa benar kita harus kembali ke Indonesia?” tanya Deris menghampiri Antares yang saat ini duduk di sofa, sebentar lagi mereka akan ke bandara karena jet pribadi sudah siap. “Benar. Memangnya kenapa?” “Kita kemari mau lebaran, tapi malah pulang,” geleng Deris. “Kamu mau lebaran di sini? Kalau mau lebaran di sini, kamu bisa di sini saja,” kata Antares meraih secangkir kopi di depannya. “Kamu dan Tuan Besar kan hanya salah paham, kenapa tidak di selesaikan?” “Dia lebih membela istrinya di bandingkan aku anaknya, bahkan dia sendiri yang mengusir kita, kamu kan dengar juga. Sejak awal aku tidak menyesali kedatanganku di sini, dan sejak awal juga aku mau mengenalkan Tsabina kepada anak-anak, dan mereka sudah saling mengenal, anak-anak juga sudah mau ikut, jadi tidak masalah. Kita lebaran d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN