“Sayang, jangan dengarkan apa perkataan Karissa, dia itu tak tahu apa-apa tentang kita,” kata Antares menghampiri istrinya yang duduk menghadap pemandangan indah di luar sana. Ia duduk di teras kamar dan melihat seluruh alam disekitarnya. Tsabina menoleh dan menatap suaminya. “Mas, kamu bicara apa? Aku tidak pernah marah dengan perkataan Karissa.” “Aku sudah memarahinya, dan aku sudah membuatnya sadar bahwa yang ia lakukan itu tidak benar. Memangnya dia siapa? Apa dia lebih berhak atas anak-anak? Aku itu menang dalam hak asuh Justin dan Austin, hanya saja aku tidak mau membuat masalah dengannya, jadi ku biarkan anak-anak memilih dimana mereka akan tinggal.” Antares menjelaskan dan Tsabina tahu semua itu. “Iya, Mas. Aku tahu, aku juga menganggap mungkin Karissa ingin memiliki anak-anak s

