Hadiah Ulang Tahun (END)

1818 Kata

Tsabina menerima pesan dari suaminya, sesaat kemudian ia tertawa kecil dan menggelengkan kepala, karena godaan demi godaan dari suaminya membuat wajahnya memerah. Tsabina harus berdandan cantik, dan datang ke alamat yang ditujukan oleh suaminya, Tsabina tersenyum dan menaruh kembali ponselnya. “Wah kelihatannya seneng banget,” goda Nania. Tsabina hanya tersenyum. “Ada apa sih? Bagi dong kabarnya,” sambung Indah. “Nggak ada apa-apa,” jawab Tsabina. Tsabina kembali bekerja seperti biasanya. Lalu hal pertama yang ia lihat di halaman browser adalah kehancuran dan kebangkrutan seorang Xiu, desainer yang terkenal karena sebuah contekan. Kasihan sekali, Tsabina membaca artikel itu sampai selesai, bahkan sekarang Xiu tidak lagi kelihatan batang hidungnya. Tsabina merasa kasihan pada Xiu, na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN