Reiner menutup panggilannya dengan Mike, lalu menghubungi nomor rumahnya. Dan kebetulan sekali Mbak Ninik yang mengangkat "Kenapa kamu di rumah? Bukannya tadi saya suruh kamu menemani Jasmine?" tanya Reiner geram tanpa basa-basi "Ma-maaf, Pak, tadi Non Jasmine menyuruh saya mengambilkan beberapa barangnya yang ketinggalan di rumah. Memangnya ada apa, Pak?" "Jasmine pergi. Kalau dia pulang ke rumah segera kabari saya." Reiner memukul kemudi keras-keras dengan tangan yang dikepalkan. Terlihat sekali urat-uratnya menonjol di sana. Kenapa orang yang dia pekerjakan sama sekali tidak becus menjaga Jasmine? pikir Reiner dalam hati. Reiner menarik-narik rambutnya marah, telapak tangannya lantas mengusap wajahnya dengan kasar. Perasaannya benar-benar kalut sekarang, hingga rasanya Reiner ingi

