Chapter 39

1134 Kata

Chapter 39 Enzi tertunduk lesu di hadapan kedua orang tua Dama. Ketiga raut wajah lelah dan gusar tercetak jelas di sana. Enzi menarik ingatan ke belakang. Sejak Cavero mengusir dirinya dari rumah Athaya, ia menunggu Dama di sebuah mini market. Ia harus bicara dengan wanita itu, rasa gundah yang Enzi rasakan tidak bisa ditepiskan begitu saja. Maka dari itu, ia memilih menunggu di sini seraya makan malam di sebuah kedai tak jauh dari sana. Enzi makan dengan terburu-buru takut tak bisa mengejar jika wanita itu dengan kendaraannya melewatinya. Tiga jam kemudian saat hujan badai datang, mobil yang dikendarai oleh Dama melintas, dia segera menyusul mobil tersebut. Tak disangka, di tengah derasnya rintik yang mengguyur, mobil Dama tampak menghindari sesuatu dan membanting kemudi ke arah kiri. W

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN