Chapter 28

1002 Kata

Chapter 28 Karmila mengerutkan dahinya mendapatkan pesan yang berasal dari Dama. Mantan menantunya itu mengajaknya bertemu di kafe yang terletak tidak jauh dari rumah orang tuanya. Kini, di sinilah ia berada. Sudah lebih dari 30 menit dari waktu yang dijanjikan, tapi wanita muda itu belum juga muncul batang hidungnya. “Mana sih anak itu? Kagak tahu apa, orang banyak acara begini. Mana Khalik udah nunggu lagi,” gerutu Karmila. Tak berselang lama, Dama akhirnya muncul dengan wajah muram dan bibir cemberut. Karmila yang melihatnya hanya mendesah jengah seraya memutar bola matanya dan menumpu dagu menggunakan tangan kanannya. Sungguh malas dirinya sebenarnya untuk berurusan dengan mantan menantunya ini. “Sudah menunggu lama, Ma?” tanya Dama terlihat sangat kentara berusaha ramah pada Karmi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN