Chapter 30

1236 Kata

Chapter 30 “Dia?” tanya Karmila tidak sabar, bahkan kini ia sudah memijat pelipis kanannya. Keningnya juga sudah terasa berdenyut nyeri saat ini. “Mirip dengan cucumu,” ujar Khaliq. “Rasanya aku mau pingsan deh,” ujar Karmila yang merasakan dadanya terasa sesak. Firasatnya sebagai seorang ibu mengatakan jika masalah Elsy tidak semudah hanya mengetahui asal usulnya. Siapa kira-kira anak kecil yang mirip dengan cucunya ini, apakah mereka hanya sekedar mirip? Karmila tidak pernah meragukan penilaian Khaliq yang selalu cermat dan akurat. “Kamu terlalu tegang. Sama tidur di kamar atas aja biar nggak terganggu Zet kalau rewel,” usul Erlita. Karmila mengangguk menuruti usul ibu sambungnya itu. Walau usia mereka tidak berbeda jauh, Erlita selalu memperlakukan dirinya seperti anak kandung wani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN