Chapter 32 Sebulan telah berlalu dan selama itu juga Athaya menepati janjinya kepada Mega untuk tidak membuang waktu dan segera mengurus untuk pernikahan mereka. Mega yang kini duduk menghadap jendela ruang tamu, menatap pada rintik hujan yang semakin deras menyirami bumi pertiwi. Namun, pikirannya malah tertuju pada sepasang balita yang sebulan yang lalu bertemu dengannya. Alih-alih merindukan kedatangan Athaya. Terlebih selama sebulan ini sang bapak juga tidak memberikan izin Mega untuk keluar dari rumah. Jadi, hanya melalui panggilan telepon saja dirinya dan Athaya berkomunikasi. Mega menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, melawan rasa sesak yang menghimpit jiwa. Rasa menggebu untuk memiliki kedua anak balita itu, sungguh liar membungkus hasrat. Ia sampai rasanya tidak men

