"Ih, bikin malu ... sana masuk!" Maura mendengus kesal, wajahnya seketika merona saat merasakan tatapan penuh godaan dari suaminya. Tangannya langsung melayang, mendaratkan pukulan ringan di bahu Abimanyu, meski sentuhan itu lebih menyerupai belaian daripada hukuman. Abimanyu menangkap perubahan ekspresi di wajah istrinya, pipinya yang semakin merona, matanya yang berusaha menghindari tatapannya, serta bibirnya yang sedikit mengerucut. Sejujurnya, dia gemas. Sangat gemas. Kalau saja situasinya memungkinkan, mungkin dia akan terus mengusili Maura sampai wanita itu benar-benar menyerah dalam kekesalannya. Namun, Abimanyu masih punya sedikit kesadaran. Dia paham situasi dan tahu batasan. Tidak ingin mempermalukan Maura di depan teman-temannya, meskipun dalam hati dia ingin sekali menarik

