Chapter 10

3092 Kata

Victor menangis dalam diam. Suara isakannya bahkan sengaja dia redam agar tidak menggema di seluruh kamarnya. Lengannya yang kokoh masih menutupi wajahnya. Dia benar-benar butuh oksigen dan udara segar sekarang. Dia butuh ketenangan. Dia butuh kedamaian. Dia butuh kenyamanan. Dan yang bisa memberikan semuanya hanyalah... Shabrina. Hanya gadis itu. Tidak ada yang lain. Dia... dia sangat merindukan gadis itu. Apa yang harus dia lakukan, sekarang? Kenapa semuanya menjadi seperti ini? Dia sudah bersahabat dengan Shabrina selama ini, dari SMP sampai sekarang ketika keduanya akan segera lulus dan memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa. Kenapa karena sebuah perasaan yang harusnya tidak hadir diantara persahabatan mereka, kini justru membuat mereka terpisah bahkan seperti tidak mengenal satu den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN