Mengusap matanya setelah menerima tisu yang diambilkan Brama lalu membersihkan hidungnya yang berair, Zana berdeham. Matanya mengerjap melihat bagaimana Brama masih memandangnya dengan tatapan yang membuat Zana jadi canggung sendiri. Menyadari kebodohannya mengungkapkan isi hatinya begitu saja. Dengan drama air mata juga. Zana mencebik. Bodoh sekali. Tapi sungguh, apa yang ia pikirkan saat Isha mengatakan kalau Brama sudah membantu ‘membereskan’ apa yang terjadi. Membuat Zana sedikit memikirkan apa yang sudah terjadi padanya. Apakah saat itu juga situasi rumah ini begini? Brama yang bekerja untuk membereskannya juga, Braja yang mungkin mengamuk seperti Ajisaka, juga mungkin Tiara yang marah karena Braja yang benar-benar punya hubungan dengan Rima. Semuanya melintas di kepala Zana. Ia

