“Kenapa aku harus lakuin ini sih?” Sekali lagi Brama menoleh pada gadis yang sedari tadi cemberut di sampingnya. Sejak Zana masuk ke dalam mobilnya yang menjemput untuk pergi ke hanggar jetpri milik keluarga Kusumahardja. Protesnya sudah dimulai sejak di telepon. Namun bertambah seiring dekatnya mereka dengan pesawat. “Aku gak suka naik pesawat!” Zana kembali menegaskan apa yang menjadi protesnya sejak tadi. “Saya tahu,” jawab Brama setelah mengangguk pada pilot yang bertugas hari ini. Meminta waktu. Gadis di sampingnya yang masih bergeming berdiri, sejak turun dari mobil. “Kalau tau kenapa menyanggupi hal kayak gini?! Ini gak ada di kontrak, ya!” “Ada,” Brama santai menanggapinya. Alis Zana menukik bersamaan dengan lirikan mautnya pada lelaki yang masih santai di sampingnya itu. “

