65. —Curiga Curiga

1380 Kata

Napas Zana yang sudah teratur dan tidak lagi terdengar isakannya baru membuat Brama berani menggerakan dirinya. Tangan kanannya yang sedari tadi mengelus pelan punggung Zana, berubah jadi tepukan ringan saat tangisan tanpa suara itu terasa semakin deras. Kini berubah jadi elusan pelan lagi. Biarlah kausnya basah, biar saja tangan kirinya pegal sekarang. Lebih baik begini daripada mendengar tangisan Zana. Karena rasanya masih selalu membingungkan. Ia masih tidak tahu bagaimana cara untuk menenangkan tangisannya. Apa benar hanya dengan peluk? Tapi Zana memeluknya pun, gadis itu masih menangis. Itu artinya masih sakit perutnya, kan? Entahlah. Brama yang tidak mengerti apa yang seorang gadis rasakan saat seperti ini. Ia tidak mempelajarinya. Ia bahkan baru mencari jawaban dari mesin pencar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN