16. —Awalnya

1497 Kata

Lelaki itu bisa kasar, kemudian minta maaf. Ia tidak berteriak, namun suara dinginnya membuat Zana merinding. Lalu bisa tiba-tiba hangat dengan ucapan dan tindakannya. Itu, menyeramkan. Entah apa yang sedang dilakoni oleh Brama padanya. Entah apa yang sedang coba direncanakan Brama padanya. Ia tidak mengerti apapun yang Brama lakukan. Bahkan tawaran pernikahan ini. Ini terlalu di luar nalarnya. Braja memang gila. Ia tahu orang itu gila karena membunuh Rima dan sama sekali tidak menunjukan sedikit pun rasa sesal. Malah membuatnya menjadi seperti ini. membuatnya terjebak di dalam rumah ini. Tapi Brama, bukankah lelaki itu punya hak untuk menolak? Punya suara untuk bilang tidak? Tapi dengan semua tindakan yang tidak dimengertinya itu, tidak salah jika ia menganggap lelaki itu anjing pei

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN