Sudah 15 menit aku memandangi bintang dan menebak-nebak rasi-nya. Terpaan angin malam membuatku kedinginan, sekaligus mengantuk. Suster datang saat situasi penting ini juga, aku dibantu suster kembali ke kamar, padahal aku masih kuat berjalan sendiri, tapi suster tetap membantuku, dia juga berusaha menghiburku. Aku hanya tersenyum tipis, menghargai kebaikannya. Ternyata, tongkat ini tidak berguna sama sekali. Suster mengambil kembali tongkat yang dipinjamkannya padaku tadi, membawanya keluar dari kamar. "Nona Hana, jika ada apa-apa, silahkan panggil saya saja," ucap suster itu sambil tersenyum tipis padaku. Dia sepertinya baru saja menangis. Jangan bilang dia menangisi keadaanku!? Aku sama sekali tidak ingin dikasihani. Aku mengangguk pelan. Mengiyakan. Ucapan terakhirnya tadi sebelum

