"Lagi apa?" tanya Kiki mengangetkanku. "Gak ada. Sana kerjain tugasmu!" seruku memerintah. Kiki menghela nafas, "10 menit lagi deh. Otakku lagi panas karena banyak mikir, haaah..." Kiki kembali menghela nafasnya. Percakapan berakhir. Aku melirik Kiki yang sedang bersandar di dinding, dia nampak menghela nafas berkali-kali, sepertinya beban pikiran yang ada di kepalanya benar-benar berat. Kiki mengambil ponselnya yang kebetulan ada di sebelahku, mengotak-atik ponsel cukup lama kemudian kembali menghela nafas. "Sepertinya bulan depan aku harus pindah," gumam Kiki kembali menghela nafas. "Kenapa?" tanyaku heran. "Uang beasiswaku dan gaji dari kerja part time ku tak akan cukup untuk membayar biaya kost, terlebih karena kita akan masuk semester 2 jadi aku harus berhenti kerja. Di kampus i

