Awal Pertemuan

1390 Kata

Bagai jailangkung tak diundang, laki-laki ini kembali datang. "Ada yang bisa saya bantu?" Aku menoleh ke sumber suara. Kaget. Laki-laki yang sering aku temui belakangan ini tersenyum padaku. Duduk tanpa izin di sebelahku. Refleks aku langsung berdiri dari duduk, menerbangkan semua kertas-kertas dengan banyak soal yang harus aku selesaikan hari ini. Mau tak mau aku kembali mengumpulkan kertas-kertas yang sudah berceceran itu, memasukkannya ke dalam tasku secara acak. Laki-laki itu menyodorkan beberapa helai kertas yang berhasil ditangkapnya, memberikannya padaku. "Maaf sudah menunggumu," ucapnya dengan penuh penyesalan. Tersirat jelas di mata coklatnya itu. Aku menghela nafas pelan. Tersenyum tipis. "Tidak apa-apa." Aku langsung membalikkan badan, mencari tempat sepi untuk mengerjakan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN