Setelah 3 jam aku mencari tanpa henti, baru aku menemukan buku nikah ini yang sudah usang dan tak layak untuk disimpan. Aku benar-benar tak mengira buku nikah yang seharusnya berharga ini malah terletak sembarangan di dalam gudang yang abu dan lawa-lawanya sudah tebal. Aku membalik lembar per lembar buku itu, membaca dengan rinci tulisan-tulisan yang tertulis. Benar, aku telah melenceng dari tujuan awalku yang hanya ingin melihat tanda tangan almarhum suami tante Ratih. Aku memperhatikan lama foto tante Ratih, tergugu. Diam. Dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu, wajah tante Ratih berubah sangat drastis, dia nampak sangat tua, tidak cocok dengan usianya yang 25 tahun itu. Awal bertemu tante Ratih, aku pikir dia wanita 30 tahunan, siapa sangka dia masih 25 tahun. Aku tersenyum tipis. Terl

