The Savior “Oke-oke. Coba lo tenang dulu,” Giandra mengusap bahu kanan Rena. Wanita di depannya itu menghela napas panjang, menatap Giandra, Galvin, dan Rizky bergantian. “Udah tenang?” sahut Rizky, “Sekarang cerita, kenapa?” si pemuda bossy bersidekap. “Tim dokumentasi pernikahanku kejebak macet karena ada kecelakaan. Acara akan segera mulai. God! Di mana aku bisa dapat ganti photographer dalam waktu...” Rena melirik jam di ponselnya, “Lima belas menit, Gian!” “Kata Matt gimana?” “Jangan sampai Matt tahu. Dia bisa tambah panik.” “Oke, gini.” Giandra terlihat berpikir. “Ki—” “I can do it.” sela Galvin, membuahkan tolehan dari si mempelai wanita, Rizky, dan Giandra. “Aku bawa kamera.” Galvin menunjukkan kameranya. “Nggak-nggak-nggak. Kamu tamu kami, Vanilla.” “Vanilla?” Rizky meny

