Truth or...Share? Sepeninggal Giandra yang harus turun untuk menemui mamanya, Galvin masih berdiri di balkon. Namun, ia sudah tidak lagi menghirup aroma tembakau. Dibuangnya benda itu ke dalam trashcan. Saat kemudian ia mendengar suara laki-laki tak jauh dari tempatnya berdiri. Galvin menoleh ke arah kanan, pada balkon kamar sebelah. Nampak seorang lelaki tengah meneguk bir seraya berjalan mendekat pada pagar balkon. Tatapan lelaki itu lurus pada gunung yang membentang di depannya. Satu tangannya mencengkeram erat pagar besi balkon, dan tangan yang lain kini membuang bir ke dalam trashcan di balkon itu. Galvin bersidekap saat pandangan keduanya bertemu. “Again?” tanya Galvin tak percaya. Lelaki itu menyengir, membuat gestur damai dengan dua jarinya. “Serius, Rizky, kamu ada masalah ap

