Something New Arjun Pragyatama merapikan stelannya sebelum menuruni mobil. Ia menghela udara, membiarkan semilir angin sore menggelitik kulit wajahnya. Di depannya, sebuah restoran makanan khas Jepang berdiri. Sebuah tempat setara restoran bintang lima tak jauh dari kantornya didapuk menjadi tempat meeting dengan Grass Property sore ini. Arjun menunduk, melirik alat pengukur waktu pada pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.50. Meeting itu akan digelar sepuluh menit lagi, lebih baik ia bergegas. Dylan Rahatra Siegers pernah menyindirnya karena telat rapat dua hari yang lalu, Arjun jelas tidak mau hal itu kembali terjadi. Kaki Arjun terayun memasuki area restoran. Ditemani asistennya, Erwin, pria berusia lima tahun lebih tua dari Arjun itu membimbing bosnya pada ruangan

