Why Are You Doing This? Giandra menepikan mobilnya di depan sebuah butik tak jauh dari apartemen Galvin. Jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Setelah berdansa di club tadi, ia mengajak Galvin untuk mengindahkan undangan makan bersama Ben dan Belia di rumah dua lovebird itu. Giandra menghela napas, mengusap pipi wanita yang sedang terlelap di kursi penumpang sampingnya. Galvin mengerjap, mengusap kedua matanya. Ia lalu menoleh pada Giandra yang memberinya senyum hangat. “Kita udah sampai.” ucap Giandra. Sungguh terdengar tidak rela di telinga Galvin. “Di butik yang tadi aku sebutin, kan?” Giandra menunjuk bangunan yang dimaksud Galvin, “As your wish, my favorit dance teacher.” jawabnya, menaiktutunkan alisnya. Galvin tersenyum. Ia menunduk karena merasa ma

