Just, Let It Go Galvin terengah, menatap pria di atasnya yang sama terengahnya dengan dirinya. Wanita itu merangkum wajah Arjun, membawa wajah tampan itu semakin dekat. Diusapnya rahang pria itu yang mulai ditumbuhin bulu halus, menggelitik telapak tangan Galvin. Kedua sorot Arjun terpejam, menikmati sentuhan wanita di bawahnya itu. Dari rahang, sentuhan Galvin beranjak naik, pada hidung mancung Arjun. Ia semakin membawa rupa tampan itu turun untuk dikecup bibirnya sejenak. “Aku boleh nampar kamu nggak?” Galvin bertanya seraya melempar cengiran polosnya. Sorot tajam yang sempat terpejam itu terbuka. Kedua alis Arjun bertautan, lalu senyum hangat kembali ia beri untuk Galvin, untuk pertanyaan wanita itu barusan, “Kenapa harus tanya? Kamu boleh lakuin apapun yang kamu mau, Galv.” jawab

