hal konyol

802 Kata
Sahabat yang baik dia yang tulus mencintaimu, tanpa harus menuntut kita kehal negatif. ******* Kelakuan Echa, Luna dan Tara seperti anak kecil. Mereka membuat kamar Echa berantakan seperti kapal pecah, ini pertama kali nya mereka menginap ke rumah Echa, Untuk membuat kesan yang tidak akan terlupakan mereka membuat kamar Echa berantakan. "Udah gue capek." kata Luna dengan nafas sedikit ngos-ngosan. "Iya gue juga capek." kata Tara. "Siapa suruh berantakin kamar gue," ujar Echa. Mereka pun berbaring. "Cha gimana hubungan loh sama Gilang?" tanya Tara sambil memainkan ponselnya. "Iya Cha, sejak lo jadian sama Gilang loh gak pernah cerita sama kita." Sahut Luna. "Yang jelas gue itu bahagia banget sama Gilang. Sumpah dia itu sweet banget. Setiap hari ada aja yang bikin gue bahagia sama dia." jelas Echa dengan raut wajah yang sumringah sambil ketempat duduk di sofa kecil yang berada di sudut ruangan. "Sweet gimana? Perasaan yang gue liat anaknya kalem-kalem aja deh, terus gak banyak ngomong juga." ucap Luna Heran sambil membangkit kan badannya dan duduk ditepi tempat tidur. "Iya. Gue jadi penasaran nih." Sahut Tara heran. "Sejak ia nembak gue di malam ulang tahun gue, mulai dari itu dia itu sweet banget. Perhatian, romantis dan itu bahkan dia rela pinjem jaket nya ke gue, padahal saat itu hujan deras banget dan juga dingin. Kalian mau tau Gilang apa sama gue?" Tanya Echa. "Apa?" tanya Luna. "Apa?" tanya Tara. "Dia bilang sama gue, kalo dia gak peduli sama dirinya sendiri yang paling penting gue gak kedinginan. Padahal gue tau saat itu dia dingin, bibir nya aja sampe biru." Seru Echa. "Waahh.! Gilang sweet banget ya." Seru Luna yang senyum sembari memulai khayalannya. "Terus apa lagi Cha.?" tanya Tara balik. "Waktu itu gue diajak Gilang ke pantai, saat itu ombak nya besar banget dan posisi kita pas di tepi pantai. Gilang memasang badannya untuk nutupin badan gue supaya gak kena cipratan ombak. Dia udah basah kuyup tapi malah dia ngasih jaket nya buat gue supaya gue gak masuk angin." jelas Echa begitu terbuai menceritakan kisahnya bersama Gilang. "Ya Ampun. Gue gak nyangka Gilang bisa se sweet itu. Tampang nya keliatan dingin tapi dalem nya anget." Jelas Luna. "Apa yang anget Luna?" tanya Echa. Tara dan Echa menatap ke arah Luna. "Kenapa kalian natap gue kayak gitu?" Tanya Luna heran. "Otak lo tuh ngeres." Sahut Tara. "Iya otak lu ngeres." sahut Echa. "Ih enak aja ngatain gue ngeres. Kalian tuh yang pikirannya negatif. Echa dan Tara terkekeh. **** Suara ketukan pintu terdengar sampai ke kamar Echa. Ia keluar lalu membukakan pintu itu. Ia terkejut jika yang ia lihat adalah Gilang. "Gilang..! Kamu kok gak bilang kalo mau kesini? Kan aku bisa siap-siap." ucap Echa dengan raut kagetnya. "Aku sengaja gak bilang ke kamu, karena mau ngasih surprise." Gilang senyum. "Kamu masuk dulu yuk." Echa meraih tangan Gilang masuk kedalam. Gilang menunggu di ruang tamu, sedangkan Echa ke dapur untuk membuat kan minum. Gilang masih penasaran dengan benda-benda yang ada di ruang tamu Echa. Ia menyusuri sudut ruang tamu tersebut. Tanpa sengaja siku Gilang menyenggol sebuah buku diary yang bertuliskan Echa. Kemudian ia menyembunyikan diary tersebut di dalam baju nya sehingga tidak ada yang bisa melihat bahwa Gilang mengambil diary tersebut. Kemudian ia pun duduk di sofa. "Maaf ya nunggu nya lama, tadi aku bikin minum dulu." Echa mengambil posisi duduk disamping Gilang. Gilang menuangkan gelas kedalam mulutnya. Sepertinya is begitu menikmati suguhan teh dari Echa. "Enak banget sih teh bikinan pacar, tapi sayang gak manis." Gilang Menaruh gelas diatas meja. "Apaan sih kamu, katanya tadi enak kok jadi gak manisnya sih?" tanya Echa heran. "Iyalah gak manis, kan manis nya ada di kamu." Gilang terkekeh. Mencubit perut Gilang. "Ih kamu gombal." Tidak lama kemudian Luna dan Tara datang menghampiri Echa dan Gilang. "Hm..!! Pantesan gak nongol-nongol lagi ke kamar ternyata lagi pacaran toh. "Iya nih, bilang nya cuma mau bukain pintu ternyata pacaran. Luna dan Tara duduk. "Kalian disini juga?" tanya Gilang. "Iya kalo kita sih udah dari semalem. Loh sendiri ngapain kesini? Pagi-pagi udah kerumah Echa aja." Celoteh Luna. "Iya loh. Masih udah kerumah perempuan." Sahut Tara. "Gue kesini mau ketemu sama Echa lah, pacar gue." Gilang terkekeh. "Gak pagi juga kali, sekarang masih pagi. Loh sibuk pacaran mulu." Goda Tara. Gilang dan Echa hanya tertawa. *** Exsel keluar dari kamar mandi sembari mengusap-usap rambutnya yang basah menggunakan handuk nya. Exsel sibuk mencari sepatunya yang tidak tau keberadaannya kemudian ia mencari ke seluruh tempat dan ruang namun tidak ditemukan. Ia pun berpikir untuk mencari sepatu milik nya di kamar Gilang. Exsel langsung menuju kamar Gilang, mencari di kolong kasur,di bawah lemari namun tidak ia temukan. "Nih anak kemana sih, masih pagi buta udah ngilang aja dari rumah. Ya maklum deh yang punya pacar pasti gak betah banget dirumah. Gak kayak gue temen deket gak punya, apalagi pacar. Hadeehh..!! Nasib jadi jomblo." Exsel terus mencari keberadaan sepatunya. Ternyata sepatu miliknya ditemukan dibawah meja. Kemudian ia langsung pergi keluar menuju kamarnya. Beberapa jam Exsel keluar rumah memakai sebuah kacamata hitam dan melajukan mobil menuju lokasi shooting. Di Perjalanan ia melihat Gilang sedang memboncengi seorang gadis, tapi ia tidak melihat jelas gadis tersebut karena ia menghadap ke arah lain.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN