"Kau mau kita menikah dimana?" Tanya Austin mengusap pipi Meg yang terbaring di d**a setelah mereka selesai bercinta untuk pértamakalinya. Meg mengusap pelan p***s Austin yang melemah dari balik selimut yang menutupi tubuh mereka. "Terserah kau sajalah. Di Belanda, Paris, Jakarta atau Jogja. Aku menurut saja, Austin." Jawabnya pasrah, sejak dulu Meg memang berkeinginan untuk menikah muda dan ia tertarik pada Austin yang notabene 10 tahun lebih tua darinya. Meg juga tak peduli dengan tempat dan perayaan pernikahan, baginya menikah lebih baik daripada ia harus terus melajang dan single, sementara kawannya sebagian besar sudah mempunyai kekasih dan selalu mengolok-olok Meg. Single bukan berarti Meg tak laku di kalangan pria, hanya saja dirinya terlalu menyukai pria jauh lebih tua darinya da

