"Kau sungguh-sungguh, Bell?" Daniel masih belum mempercayai apa yang baru saja Bella ucapkan. Promil dan Resign dari pekerjaan. Yes ! Tentu saja kata itu yang terus Daniel teriakkan dalam hati. Bagaimana tidak, mempunyai anak dan Bella jauh dari pria yang selalu menggodanya tentu saja Daniel kegirangan setengah mati. Jika saja kawan-kawannya sedang berkumpul, mungkin ia membuat party di rumah untuk merayakan kebahagiaannya sekarang. Setidaknya beberapa kaleng bir dan potongan ayam KFC sudah cukup untuk merayakan kebahagiannya sekarang. Rasa bahagia Daniel benar-benar membuat tubuhnya bersemangat. Membuat Daniel junior. Tentu saja itu yang terpikirkan sekarang. Tak Ada yang lain. Daniel menarik tangan Bella. "Ayo." Ajaknya tergesa-gesa. "Kemana, Dan?" Bella mengerutkan dahi tak meng

