Beberapa bulan kemudian, Rumah sakit swasta, Jakarta Barat Daniel berulang kali mondar mandir sambil sesekali melirik ke arah pintu operasi. Tak pernah dalam hidupnya ia bertingkah secemas ini. Setelah tiga jam Bella memasuki ruangan operasi, jantungnya berdetak kencang. Semua rasa berkecamuk di pikirannya sekarang. Cemas dan bahagia menjadi satu menyambut kehadiran anak pertamanya. Anak perempuan seperti yang selalu mereka duga. Kecemasan tidak hanya menimpa Daniel. Ayah dan ibu mertuanya sejak tadi, tiada henti berdoa mengharapkan Bella melahirkan dengan selamat. Hal yang tak jauh berbeda juga dilakukan oleh Albert walau menutupi kecemasannya dengan menelpon Janice yang tak lama akan tiba di Rumah sakit setelah kedatangannya di Indonesia hanya untuk melihat cucu pertama mereka. 'Cek

