Seluruh ruangan kamar kini hanya menggemakan setiap desahan dari Arni dan geraman dari Bara ketika keduanya tengah berpacu untuk mencapai satu kenikmatan yang sebelumnya belum pernah bisa mereka rasakan satu sama lain. apalagi bagi Arni yang kini tengah memposisikan dirinya memegang kendali atas permainan hangat yang kini menjalar keseluruh tubuhnya, kali pertama yang membuat pangkal pahanya berdenyut dari rasa perih bercampur nikmat ketika Bara terus merayunya dan juga memberikan belayanan di setiap leher dan juga bagian tubuh depannya, ketika tangan besarnya mulai menjamah miliknya yang sudah sangat menantang di hadapan wajah Bara, Bara tidak kuasa untuk tidak memainkannya menjamahnya perlahan membuat Arni semakin melupakan rasa perih yang menyerang pangkal pahanya tersebut mencoba untu

