Arni sedikit tidak nyaman dengan Tatapan orang-orang yang kini tertuju kepadanya yang tengah ditangani oleh seorang dokter yang kini tengah memasang perban yang melilit kepalanya “saya akan memberikan obat pereda nyeri dan juga beberapa vitamin” ucap dokter sambil menatap ke arah Bara "baik dok terima kasih" ucap Bara setelah itu dokter pun membereskan peralatannya dan berpamitan untuk pergi diantar salah satu pelayan dan di kamar itu kini hanya tinggal Arni Bara, Miranda dan juga Iren. Irene dan juga Miranda menatap Arni dengan kening berkerut sedangkan Bara menatapnya dengan tatapan tajam membuat Arni tidak habis pikir apakah tindakan heroik nya itu merupakan sebuah kesalahan " tante Bisakah aku berbicara dengan Arni berdua saja " ucap Bara tanpa mengalihkan pandangannya dari istri

